Setelah menjalani masa pengabdian selama dua bulan lamanya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) dari kelompok GIAT 12 resmi ditarik dari Desa Segiri, Kecamatan Pabelan. Penarikan ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, khususnya dalam bidang kesiapsiagaan bencana.
Dalam acara penarikan, Kepala Desa Segiri menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN UNNES GIAT 12 dengan BPBD. Ini bukan sekadar program kerja, tapi investasi sosial jangka panjang,” ujarnya.
Mahasiswa pun mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar langsung dari masyarakat. Banyak dari mereka merasa pengalaman ini memperkaya wawasan dan memperkuat nilai-nilai kepemimpinan serta empati sosial.
Meski penarikan telah dilakukan, semangat yang ditanamkan oleh mahasiswa KKN tetap hidup di tengah masyarakat. Forum relawan yang terbentuk akan terus berfungsi sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana, menjadikan Desa Segiri sebagai contoh nyata desa tangguh yang mandiri dan berdaya.
Terima kasih, selamat jalan, selamat melanjutkan cita-cita muliamu.